PRESCRIPTION SAFETY GLASSES INDONESIA DENGAN STANDAR ANSI Z87

 

LENSA KONTAK

Lensa kontak merupakan alat bantu untuk mengoreksi kelainan refraksi, kelainan akomodasi serta dapat digunakan untuk terapi maupun sebagai kosmetik. Lensa kontak berupa lensa tipis berbentuk seperti mangkok yang dipakai di kornea mata.

Jenis-jenis  Lensa Kontak berdasarkan bahannya :

  • Lensa Kontak Keras (Hard Lens)
  • Rigid Gas Permeable (RGP)
  • Lensa Kontak Lunak (Softlens)

Saat ini, RGP dan Lensa Kontak Lunak yang lebih sering digunakan karena faktor keamanan dan kenyamanan.

RIGID GAS PERMEABLE (RGP)

Merupakan hasil pengembangan dari lensa kontak keras. RGP dapat dilalui oksigen tidak hanya pada saat mata berkedip tetapi dari udara yang langsung menembus lensa untuk mencapai kornea. Sehingga lensa kontak RGP lebih nyaman dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Kelebihan dan kekurangan RGP

  • Tidak mudah robek
  • Diameter lebih kecil antara 8.5 - 10mm
  • Transmisi oksigen yang lebih tinggi
  • Mudah dirawat dan dibersihkan karena RGP tidak mengandung air
  • Mampu mengoreksi astigmatisme
  • Memberikan penglihatan yang lebih tajam
  • Masa pakai lebih lama, lebih dari 2 tahun
  • Masa adaptasi yang lebih lama, biasanya memerlukan 2 minggu hingga 1 bulan
  • Apabila lebih dari seminggu tidak dipakai maka pada saat pemakaian kembali memerlukan penyesuaian/adaptasi
  • Harga lebih mahal dibandingkan dengan lensa kontak lunak

LENSA KONTAK LUNAK (SOFTLENS)

Lensa kontak lunak terbagi beberapa jenis berdasarkan masa pakainya: harian, mingguan, 2 mingguan, bulanan dan setahun. Lensa kontak lunak ini dapat dilalui oleh oksigen dengan kadar yang berbeda tergantung dari bahan, kadar air, desain serta ketebalannya.

Kelebihan dan kekurangan Lensa Kontak Lunak

  • Masa adaptasi yang singkat biasanya hanya beberapa hari
  • Lebih kecil kemungkinan akan terlepas pada saat melakukan aktivitas yang berlebihan
  • Tersedia berbagai jenis warna serta jangka waktu masa pemakaian
  • Mudah untuk memperolehnya serta lebih murah dibandingkan dengan RGP
  • Karena kadar air yang tinggi sehingga softlens lebih mudah kotor
  • Mudah robek

Untuk mengetahui jenis lensa kontak mana yang terbaik diperlukan pemeriksaan lengkap serta konsultasi oleh dokter spesialis mata.

Selain sebagai alat bantu mengkoreksi kelainan refraksi, lensa kontak juga dapat digunakan :

  1. Keratokonus : kelainan kornea dimana bagian tengah kornea menipis sehingga kornea berbentuk kerucut dan tidak teratur. Pemakaian lensa kontak pada keratokonus berfungsi membentuk permukaan baru yang lebih teratur, menahan perkembangan keratokonus dan mengoreksi kelainan refraksi yang ada.
  2. Terapetic lens : lensa kontak yang digunakan untuk aplikasi obat dengan tujuan mempercepat proses penyembuhan luka juga melindungi luka pada kornea
  3. Kosmetik : sebagai penutup/penyamar bekas luka pada kornea

Yang Boleh Memakai Lensa Kontak

Pemakaian lensa kontak tidak dianjurkan pada pasien dengan riwayat :

  • Infeksi maya yang berulang dan alergi
  • Mengalami sindrom mata kering (DRY EYE)
  • Bekerja di lingkungan yang berdebu dan kotor
  • Memakai kacamata prisma

Tips perawatan Lensa Kontak secara aman :

  • Selalu mencuci tangan sebelum memakai lensa kontak, jangan menggunakan sabun yang mengandung pelembab karena akan meninggalkan lapisan pada tangan yang kemudian berpindah pada lensa kontak pada saat pemakaian.
  • Bersihkan secara hati-hati dan berkala lensa kontak dengan cairan solution. Bila direkomendasikan dapat menggosok lensa kontak dengan jari kemudian dibilas dengan cairan solution sebelum merendamnya.
  • Jangan pernah menggunakan air kran/air steril/cairan solution bekas untuk mencuci. membilas mupun merendam lensa kontak.
  • Selalu membersihkan tempat/case lensa kontak dengan cairan solution, jangan menggunakan air. Kemudian biarkan kering di udara terbuka.
  • Jangan pernah menggunakan lensa kontak yang sudah sobek atau rusak karena akan menyebabkan iritasi/infeksi pada mata.
  • Jangan membasahi lensa kontak dengan air liur karena air liur mengandung bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada mata.
  • Jangan berbagi lensa kontak dengan yang lain
  • Jangan memakai lensa kontak pada saat tidur kecuali lensa kontak overnight
  • Gunakan lensa kontak sesuai dengan masa pemakaian

Apabila terjadi infeksi pada mata seperti mata kemerahan, mengeluarkan air mata terus-menerus, sensitive terhadap cahaya, penglihatan yang kabur atau mata terasa mengganjal. Maka segera untuk :

  • Melepaskan lensa kontak dari mata
  • Kunjungi dokter spesialis mata untuk pemeriksaan lebih lanjut.